Kecelakaan Infrastruktur, Pengamat: Kontraktor 'Diperkosa' Pemerintah
Sedikitnya 14 kecelakaan kontruksi belakangan ini disebut sebagai dampak dari kejar tayang proyek pembangunan infrastruktur yang sangat bernafsu dari pemerintah.
Ketua Masyarakat Infrastruktur Indonesia Harun Alrasyid Lubis menilai, seharusnya pemerintah mampu membuat skala prioritas dalam proyek-proyek pembangunan dengan persiapan dan perencanaan yang matang, termasuk manajemen risiko yang juga mumpuni.
"Ilustrasinya kita mendaki, saya sebut tahan napas, ambil oksigen agak banyak dulu. Memang nggak mungkin memang harus diatur, untuk mengatur ini memang tidak ada pilihan, buat priority list yang realistis," ujarnya dalam diskusi bertajuk 'Proyek Infrastruktur: Antara Percepatan dan Pertaruhan' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (24/2/2018).
Jika tidak demikian, kata dia, kecelakaan kerja bakal terulang kembali. Hal itu sangat merugikan para pelaku usaha konstruksi alias kontraktor dan pemerintah sendiri.
"Pemilik perusahaan merasa dua kali 'diperkosa' oleh pemerintah.
Karena pemerintah memaksa pengusaha untuk melakukan mission impossible. Nanti saya harus bayar dua kali tarif lebih mahal, tidak right prize.
Lalu nanti juga pemerintah juga akan mendapatkan ranjau subsidi yang berlebihan," tutur dosen ITB ini.

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !